Berita Dinas Sosial Situbondo

Disebut Tak Menerima Bansos, BBRSPDF Surakarta Bersama Dinsos dan TKSK Situbondo Kunjungi Dusun Polay | BIDANG PEMBERDAYAAN SOSIAL & PENANGANAN FAKIR MISKIN

SITUBONDO - Dinas Sosial (Dinsos) Kab. Situbondo bersama pilar sosial Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Tagana mendampingi kunjungan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) "Prof. Dr. Soeharso" Surakarta ke Situbondo, Rabu (8/9/2021).

Kunjungan ini dilakukan guna menanggapi berita viral tentang salah satu dusun yang tak menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. 

Beberapa pihak yang terlibat dalam kegiatan itu antara lain, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala/Sekretaris Dinsos Samsuri, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Mokhammad Syawal, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Heri Cahyono, Kepala Seksi (Kasi) Bencana Alam Indra, dan Sakti Peksos Sofi.

Hadir pula, Camat Arjasa H Suradi, Kades Moh Rayudi, kepala dusun Abdur Rohim, Kasi kesra desa M. Taufik, TKSK Arjasa Anshar Afandi, Koordinator TKSK Lutfi Jalil, dan Tagana.

Usai koordinasi di kantor Dinsos Kab. Situbondo, seluruh rombongan langsung menuju Pedukuhan Ampenan, Dusun Polay, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa.

“Perjalanan ke lokasi memerlukan waktu sekitar 2 jam karena medan yang ditempuh cukup menantang,” kata Koordinator TKSK Kab. Situbondo, Lutfi Jalil.

Begitu sampai di lokasi, tim BBRSPDF langsung menuju ke rumah warga yang ada di sekitar untuk menggali informasi yang sebenarnya dan sedalam-dalamnya.

“Berdasarkan informasi yang diperoleh, ternyata berita viral tersebut tidak seratus persen benar adanya. Menurut informasi dari pemerintah desa dan warga setempat, sudah banyak warga yg mendapatkan bansos baik PKH, BPNT, BST, BLT DD maupun Bank Mekar. 

“Namun, memang tidak semua warga  menerima bantuan karena terbatasnya anggaran, tidak memiliki administrasi kependudukan, dan sebagainya,” terang Lutfi.

Dia melanjutkan, dengan adanya kunjungan ini, warga setempat  mengharapkan adanya perbaikan akses jalan agar bisa dilalui dengan aman dan nyaman terlebih saat musim hujan. 

“Mereka juga minta sumber mata air untuk minum hewan ternak dan mengairi ladang agar tanaman mereka bisa tumbuh bagus dan subur. Tentunya, dengan dua hal tersebut harapannya  perekonomian masyarakat bisa berkembang,” pungkas Lutfi. (rif/ul)